"Kita dananya makin tipis, jadi jangan sampai saat puncak, akan keteteran. Tapi dananya dikumpulkan, tidak saya bawa pulang. Tapi untuk poskom (pusat komunikasi), korcam (koordinator kecamatan) atau korwil (koordinator wilayah) setempat. Jadi mereka mandiri. Mereka bisa bikin spanduk, kaos, kita juga punya alat untuk sablon," ujar Faisal di Posko Komunikasi Faisal-Biem, Jalan B RT 09 RW 17 Teluk Gong Pejagalan, Jakarta Utara, Rabu (4/7/2012).
Pantauan detikcom, Faisal tiba di lokasi tersebut pukul 12.15 WIB. Sekitar 30 warga menyambut kedatangan Faisal. Selama 1 jam Faisal berkeliling mendatangi satu per satu rumah warga di kawasan tersebut. Warga pun menyalami Faisal. Sambil berkeliling, anggota timses Faisal menyodorkan dus bergambar Faisal-Biem dengan tulisan slogan 'Berdaya Bareng'. Warga pun terlihat banyak yang turut menyumbang dengan memasukkan sejumlah uang ke dalam box tersebut. Sumbangan warga dari Rp 1.000 hingga Rp 50 ribu.
"Kita ini calon dari warga. saya bisa nyalonin karena warga ikut dukung. Yang dukung ada 489.150. Tapi sebenarnya, terkumpul lebih banyak sekitar 800 ribuan," tutur Faisal.
Setelah tiba di puskom Faisal-Biem, ekonom dari Universitas Indonesia itu melakukan dialog singkat dengan warga. Faisal mengenalkan dirinya kepada warga setempat.
"Saya Faisal Basri, pekerjaan sebagai guru. Beristri satu, anak saya tiga. Saya pernah ikut mendirikan partai, Partai Amanat Nasional (PAN). Tapi nggak betah. Badan saya sakit berat semua. Sampai sekarang tidak masuk partai lagi. Eh tahu-tahu, non partai bisa jadi gubernur. Tapi harus didukung oleh rakyat. Mudah-mudahan kita bisa bikin sejarah baru. Coba bayangkan independen jadi gubernur Jakarta. Gempar dunia. Partai-partai bisa kita bikin malu," ucapnya.
(rmd/vit) detik.com


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !